Bekasi Pebayuran — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi mengakibatkan banjir di sejumlah titik Kecamatan Pebayuran.
Luapan Sungai Citarum serta Kali Kiwing dan Ciherang merendam permukiman warga di wilayah Koramil 11/Pebayuran, Minggu (25/1/2026) sore.
Berdasarkan laporan pemantauan pada pukul 15.00 WIB, banjir terjadi di Kampung Pisang Batu RT 01/RW 06, Desa Karangsegar. Ketinggian air mencapai 50 hingga 70 sentimeter dan berdampak pada sekitar 17 kepala keluarga atau 20 rumah dengan jumlah warga terdampak sekitar 80 jiwa.
Babinsa Desa Karangsegar, Pelda Firman Effendi, menuturkan bahwa hingga sore hari kondisi debit air masih menunjukkan tren peningkatan.
“Air Sungai Kiwing dan Ciherang masih bertambah, kami terus siaga dan memantau perkembangan di lapangan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat, Koramil 11/Pebayuran telah menyiagakan perahu evakuasi yang dapat digunakan untuk 8 hingga 10 orang.
Namun demikian, hingga saat ini belum tersedia dapur lapangan maupun tenda pengungsian, karna warga sebagian masih bertahan
Salah seorang warga terdampak, Mamat, mengaku panik saat air mulai masuk ke rumahnya.
“Air naik cepat, warga sempat panik dan langsung menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu, Danramil 11/Pebayuran Kapten Arm Dikin menyampaikan bahwa pihaknya bersama anggota Koramil terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
“Kami fokus pada keselamatan warga dan siap melakukan evakuasi apabila kondisi air terus meningkat,” tegasnya.
Hingga berita ini, diharapkan Terjunkan tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka.
Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga dan tetangga terdekat, sementara fasilitas umum seperti masjid, musala, dan aula desa belum digunakan sebagai tempat pengungsian.
Pihak Koramil 11 Pebayuran mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi luapan sungai belum sepenuhnya surut.
(Pendim 0509 Kabupaten Bekasi)







