Bidiknews.info,JAWA BARAT – Pesantren Bina Insan Mulia kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dan internasional. Pada tahun 2026, sebanyak 175 santri berhasil meraih beasiswa ke berbagai kampus terkemuka dunia, sementara 74 santri lainnya dinyatakan lulus seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNBP dan SNBT.
Sebagai salah satu pesantren besar di Jawa Barat dengan jumlah santri lebih dari 5.000 orang, Bina Insan Mulia terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang mampu berkontribusi dalam pembangunan Indonesia menuju negara maju.
Berdasarkan hasil pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada 31 Maret 2026, sebanyak 25 dari 49 santri peserta seleksi dinyatakan lolos atau sekitar 51 persen.
Sementara melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sebanyak 49 dari 74 peserta atau sekitar 66 persen berhasil diterima di berbagai PTN ternama sesuai pengumuman pada 25 Mei 2026.
Para santri tersebut diterima di sejumlah kampus unggulan seperti ITB, UI, IPB, UPI, UNPAD, UNDIP, UNS, UNNES, UNJ, UNTIRTA, UNSOED, UNESA, hingga UPN Veteran.
Adapun program studi yang dipilih cukup beragam, mulai dari kedokteran, teknik, bisnis, MIPA, hukum, politik, ekonomi, kesehatan, data sains, hingga ilmu sosial.
Sebanyak 25 santri lainnya yang belum lolos melalui jalur nasional akan melanjutkan perjuangan melalui jalur International Undergraduate Program (IUP), jalur mandiri, dan jalur prestasi. Dengan demikian, total santri Bina Insan Mulia yang diproyeksikan masuk PTN tahun ini mencapai 99 orang.
“Artinya, tahun ini sebanyak 36 persen atau 99 lulusan Bina Insan Mulia melanjutkan pendidikan di PTN dalam negeri. Sisanya, sebanyak 64 persen atau 175 santri kelas 12 akan melanjutkan studi ke berbagai kampus terkemuka dunia dengan beasiswa,” ujar Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, Kiai Imam Jazuli.
Menurut Kiai Imam, sejarah menunjukkan bahwa kemajuan suatu bangsa selalu diawali dari kesediaan masyarakatnya belajar kepada negara-negara yang lebih maju.
“Lihat Cina hari ini yang dulu belajar ke Amerika, lihat Turki yang dulu belajar ke Eropa, dan lihat Eropa masa lalu yang belajar ke dunia Islam,” katanya.
Karena itu, lanjutnya, Indonesia harus lebih banyak mengirim generasi terbaiknya untuk belajar ke pusat-pusat keunggulan dunia, sekaligus memastikan mereka mendapatkan ruang pengabdian setelah kembali ke tanah air.
Pesantren Bina Insan Mulia sendiri menargetkan memiliki 1.000 lulusan sarjana luar negeri dan 1.000 sarjana dalam negeri pada 2028 mendatang, bertepatan dengan usia pesantren yang memasuki 15 tahun.
Saat ini, alumni dan santri Bina Insan Mulia telah tersebar di 16 negara di kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, hingga Australia.
Dominasi Bidang STEM
Dari total 175 santri yang melanjutkan studi ke luar negeri tahun ini, sekitar 72 persen memilih bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), sedangkan sisanya memilih bidang sosial sains dan humaniora.
Di Singapura, santri Bina Insan Mulia diterima di Nanyang Technological University (NTU) untuk mendalami bidang teknologi dan engineering. Sementara santri yang melanjutkan ke Australia, Jerman, dan Prancis juga mengambil jurusan teknologi dan humaniora.
Di Rusia, sebanyak 18 alumni diterima di delapan kampus terkemuka seperti Lomonosov Moscow State University, Saint Petersburg State University, dan National Research Nuclear University MEPhI. Mereka akan fokus mempelajari bidang pertambangan dan teknologi strategis.
Sebaran terbesar terdapat di kampus-kampus China dan Taiwan. Sebanyak 64 alumni diterima di 15 kampus ternama seperti Tsinghua University, Zhejiang University, Beijing Institute of Technology, Sichuan University, Jiangsu University, hingga National Chi Nan University Taiwan.
“Hari ini China memimpin dunia di banyak sektor, mulai dari ekonomi, teknologi, hingga pendidikan. Kita perlu belajar dari mereka,” ujar Direktur HCM Bina Insan Mulia, Ubaydillah Anwar.
Selain teknologi, para santri juga banyak mengambil jurusan ekonomi, bisnis, hingga kedokteran.
Ratusan Alumni di Timur Tengah
Di Turki, sebanyak 22 alumni diterima di 11 universitas seperti Istanbul Universitesi, Bursa Uludağ Universitesi, hingga Bandırma Onyedi Eylül Universitesi. Saat ini, jumlah alumni Bina Insan Mulia yang tengah menyelesaikan studi S1 di Turki telah mencapai ratusan orang, bahkan sebagian sudah melanjutkan ke jenjang S2 dan S3.
Sementara itu, sebanyak 61 alumni tahun ini melanjutkan pendidikan ke kawasan Timur Tengah yang tersebar di Mesir, Tunisia, Maroko, dan Pakistan.
Di Mesir, jumlah alumni Bina Insan Mulia telah mencapai lebih dari 300 orang. Pesantren ini bahkan ditunjuk sebagai lembaga penyelenggara tes masuk Universitas Al-Azhar Mesir.
Di Tunisia, alumni diterima di Universitas Az-Zaytunah dan Manouba University. Hingga 2025, tercatat sudah ada 98 santri Bina Insan Mulia yang belajar di negara tersebut, dengan jurusan yang tidak hanya keislaman tetapi juga geopolitik, hukum, komunikasi, pertambangan, dan politik.
Sementara di Maroko, alumni diterima di Universitas Al-Qarawiyyin Casablanca, yang dikenal sebagai salah satu universitas tertua di dunia.
Adapun alumni yang melanjutkan studi ke Pakistan diterima di International Islamic University Islamabad (IIUI) dengan jurusan sosiologi, sejarah, geopolitik, hukum, hingga teknik.
“Saya berharap hanya lima persen saja dari santri saya yang menjadi guru ngaji di kampung seperti saya. Selebihnya, mereka saya dorong masuk ke posisi-posisi strategis pembangunan Indonesia sesuai keahlian yang mereka miliki agar menjadi bagian penting dari perubahan bangsa,” pungkas Kiai Imam Jazuli.
Editor : DM MPGI







