SINTANG, KALBAR — Akses jalan darat yang menghubungkan tujuh desa di Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat minimnya pemeliharaan selama bertahun-tahun.
Jalur vital yang menghubungkan Desa Empakan, Tanjung Lalau, Lintang Tambuk, Tanah Merah, Merah Arai, Nanga Masau hingga Tapang Menua tersebut kini berada dalam kondisi memprihatinkan dan dikhawatirkan semakin sulit dilalui masyarakat.
Kerusakan tersebut mendapat sorotan dari Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Kayan Hulu. Wakil Ketua DAD Kayan Hulu, Sangan, mengatakan kondisi ruas jalan dari Simpang Tonak Goneh menuju Desa Tapang Menua semakin memprihatinkan karena tidak mendapat pemeliharaan secara berkala.
Menurutnya, sejumlah titik badan jalan bahkan telah ditumbuhi semak belukar dan pepohonan sehingga sebagian akses nyaris kembali menjadi kawasan hutan.
“Titik ruas jalan dari Simpang Tonak Goneh sampai ke Desa Tapang Menua rusak sangat berat. Karena tidak pernah ada pemeliharaan, banyak bagian badan jalan yang sudah ditumbuhi semak dan pepohonan,” tegas Sangan saat memberikan keterangan di Sintang, Selasa (11/8/2026).
Persoalan tidak hanya terjadi pada badan jalan. Infrastruktur penunjang di sepanjang jalur tersebut juga mengalami kerusakan serius. Salah satunya Jembatan Sungai Kumal sepanjang sekitar 35 meter yang berada di perbatasan Desa Lintang Tambuk dan Desa Tanah Merah.
Jembatan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan hingga putus total. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat di antara kedua desa terganggu dan menyulitkan aktivitas transportasi.
“Jembatan Sungai Kumal saat ini putus total. Akibatnya, arus transportasi dan mobilitas warga di perbatasan kedua desa lumpuh,” ujar Sangan.
Kondisi tersebut turut berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Saat musim kemarau, debit sungai yang menjadi jalur alternatif transportasi warga ikut menyusut sehingga tidak dapat lagi dilalui. Akibatnya, distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat menuju pusat kecamatan menjadi semakin sulit.
DAD Kayan Hulu menilai kondisi ini membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sintang. Pemerintah daerah melalui instansi terkait didesak segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi ruas jalan maupun jembatan yang mengalami kerusakan.
Sangan berharap pemerintah tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi segera mengambil langkah konkret berupa rehabilitasi dan pemeliharaan infrastruktur.
“Masyarakat sangat berharap ada langkah konkret dan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sintang. Kami mendesak ruas jalan ini segera direhabilitasi agar roda perekonomian dan mobilitas hasil bumi warga menuju pusat kecamatan kembali lancar,” pungkasnya.
Sumber : Awak Media Bidik News
Penulis: Alex
Editor : D_C
Akses Jalan Simpang Tonak Goneh–Tapang Menua Rusak Parah, DAD Kayan Hulu Desak Pemkab Sintang Segera Bertindak







