KARIMUN, KEPULAUAN RIAU – Ancaman keselamatan warga di Dusun Kericik, Desa Jang, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menjadi sorotan. Sebuah tiang listrik yang dilaporkan telah lama mengalami patah dan berada di tepi akses jalan umum hingga kini disebut belum mendapatkan penanganan serius dari pihak PLN.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan masyarakat. Pasalnya, lokasi tiang listrik yang patah berada di jalur yang setiap hari dilalui warga, termasuk anak-anak sekolah yang berangkat menuntut ilmu. Situasi ini bukan persoalan sepele, melainkan menyangkut keselamatan jiwa masyarakat yang setiap saat terancam oleh kondisi infrastruktur kelistrikan yang membahayakan.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga Dusun Kericik, laporan mengenai kondisi tiang listrik tersebut dikabarkan telah berulang kali disampaikan kepada pihak Rayon PLN. Bahkan, Ketua RT/RW dan tokoh masyarakat setempat disebut telah berupaya meminta agar kerusakan tersebut segera ditindaklanjuti.
Namun, hingga berita ini disusun, warga mengaku belum melihat adanya tindakan nyata dari pihak PLN untuk memperbaiki maupun mengamankan tiang listrik yang patah tersebut.
“Kami sudah melapor, tetapi sampai sekarang pihak Rayon PLN belum merespons. Kami berharap jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan baru ada tindakan,” ungkap salah seorang warga.
Senada dengan itu, seorang mantan Ketua RT Dusun Kericik, Desa Jang, menyampaikan bahwa kondisi tiang listrik tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, laporan bukan hanya disampaikan oleh perangkat lingkungan, tetapi juga oleh masyarakat yang merasa khawatir terhadap ancaman keselamatan di sekitar lokasi.
Ia mempertanyakan lambannya penanganan terhadap persoalan yang dinilai sangat mendesak tersebut.
“Jangan sampai pihak PLN baru bergerak setelah ada korban jiwa. Ini akses jalan masyarakat, anak-anak sekolah juga melintas di sana. Keselamatan warga seharusnya menjadi prioritas,” ujarnya.
Kekhawatiran masyarakat cukup beralasan. Tiang listrik yang mengalami kerusakan dan berada di tepi jalan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terlebih apabila kondisinya semakin memburuk atau terdapat bagian instalasi listrik yang tidak aman.
Dalam persoalan ini, Khamis meminta pihak PLN, khususnya unit pelayanan yang bertanggung jawab atas jaringan listrik di wilayah Moro, agar segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan pengamanan maupun perbaikan.
Jangan Biarkan Laporan Warga Berakhir Tanpa Kepastian
Masyarakat Dusun Kericik berharap PLN tidak menganggap laporan tersebut sebagai persoalan biasa. Infrastruktur kelistrikan yang membahayakan publik harus menjadi prioritas penanganan, bukan menunggu sampai terjadi kecelakaan.
Pertanyaan publik pun patut diajukan: sejauh mana laporan warga telah ditindaklanjuti? Apakah pihak PLN sudah melakukan pemeriksaan lapangan? Jika sudah mengetahui adanya kerusakan yang berpotensi membahayakan, mengapa belum terlihat langkah pengamanan?
PLN perlu memberikan penjelasan secara terbuka sekaligus memastikan tindakan nyata di lapangan. Jangan sampai keselamatan masyarakat justru dikalahkan oleh lambannya respons pelayanan.
Warga Dusun Kericik hanya menginginkan satu hal: tiang listrik yang patah segera ditangani sebelum menimbulkan korban.
Keselamatan masyarakat bukan sesuatu yang bisa ditunda. Jangan menunggu tragedi untuk membuktikan bahwa sebuah laporan warga memang layak ditindaklanjuti.
Catatan: Hingga berita ini diterbitkan, keterangan resmi dari pihak PLN terkait laporan dan kondisi tiang listrik tersebut masih perlu dimintakan untuk memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.
Karimun, Senin (2/11/2026)
Sumber: Warga Moro
Penulis: RUDI
Editor: D_M







